Ekonomi dan Potensi Papua Pegunungan

Ringkasan

Ekonomi Papua Pegunungan dalam RPJMD 2025-2029 dibaca melalui konteks daerah otonomi baru, keterisolasian wilayah, dan kebutuhan penguatan ekonomi lokal. Misi ekonomi dalam RPJMD menekankan perekonomian daerah yang berdaya saing melalui pemanfaatan sumber daya lokal, investasi, dan peningkatan ketahanan pangan.

Data Penting

Indikator Nilai Tahun Sumber
PDRB atas dasar harga berlaku Rp 22.195,00 miliar 2022 RPJMD
PDRB atas dasar harga konstan Rp 12.790,23 miliar 2022 RPJMD
Pertumbuhan riil 4,08 persen 2022 RPJMD
Tingkat kemiskinan rata-rata 27,55 persen 2023 RPJMD
Garis kemiskinan rata-rata Rp 587.745 per kapita per bulan 2023 RPJMD

Potensi Sumber Daya Lokal

Sektor Komoditas/Jenis Lokasi Utama Catatan
Kehutanan Hutan produksi Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nduga RPJMD mencatat luas 8.819,41 ha
Pertanian Padi Jayawijaya RPJMD mencatat 32,19 ku/ha dan 44,61 ton
Peternakan Babi Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Tolikara Disebut sebagai komoditas unggulan
Perikanan Budidaya kolam Jayawijaya, Yahukimo RPJMD mencatat volume 137,22 ton dan 71,40 ton
Perkebunan Kopi Jayawijaya, Nduga Disebut sebagai komoditas unggulan
Pariwisata Lembah Baliem Jayawijaya Disebut sebagai destinasi utama

Arah Pengembangan

RPJMD mengidentifikasi transformasi struktural ekonomi berkelanjutan sebagai isu strategis prioritas sangat tinggi. Arah ini berkaitan dengan penguatan sumber daya manusia, konektivitas, ketahanan pangan, investasi, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Catatan

Sumber